Senin, 22 Mei 2017

Hubungan Antara Teori Sastra, Kritik Sastra, da Sejarah Sastra



Hubungan Antara Teori Sastra, Sejarah Sastra, dan Kritik Sasatra
  1. Teori sastra . teori sastra adalah satu cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang hakikat,unsur-unsur, dan penilaian terhadap karya sastra.
  2. Sejarah Sastra. Sejarah sastra yaitu satu cabang ilmu sastra yang mempelajari tenang perkembangan sastra sejak awal sampai sekarang.
  3. Kritik Sastra. Kritik sastra adalah satu cabang ilmu sastra yang menilai tentang baik buruknya, indah tidaknya suatu karya sastra.
Hubungan Antara Teori Sastra, Sejarah Sastra, dan Kritik Sasatra
Dalam konsep sastra ketiga aspek tersebut sangat erat kaitannya, khususnya dalam pembelajaran sastra. Dalam mempelajari sastra kita dituntut mempelajari teori sastra terlebih dahulu, yang mencakup hakikat sastra, unsur sastra, dan penilaian terhadap karya sastra agar kita dapat mempelajari sastra sesuai dengan fakta yang ada dan dapat dituntut secara rasional. 
Selanjutnya sejarah sastra yang merupakan kebenaran dari suatu karya sastra, karena jika suatu sastra memiliki sejarah yang jelas dan bukti yang kuat, maka karya sastra tersebut dapat diakui kebenarannya. Hubungan kritik sastra dengan pembelajaran karya sastra yaitu, dimana kita menilai tentang bobot yang dimiliki suatu karya sastra, baik itu penilaian mengenai keindahan, kelebihan, kekurangan dll.

Senin, 08 Mei 2017

Sintaksis





A.    Pengertian Sintaksis
Kata sintaksis berasal dari kata Yunani (sun = dengan + tattein = menempatkan). Jadi kata sintaksis secara etimologis berarti menempatkan bersama-sama kata menjadi kelompok kata atau kalimat. Sintaksis adalah tata bahasa yang membahas hubungan antar kata dalam tuturan. Unsur bahasa yang termasuk dalam sintaksis adalah frase, klausa, dan kalimat. Tuturan dalam hal ini termasuk apa yang dituturkan orang dalam bentuk kalimat. Menurut Ramlan (1981 : 1) mengatakan : “sintaksis ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, kalusa, dan frase”.
1.      Frasa
Frasa adalah dua kata atau lebih yang tergabung dan memiliki satu makna yang dapat berubah sesuai dengan konteks. Jenis frasa dibedakan berdasarkan kesetaraan distribusi unsur-unsurnya dan ditinjau dari segi persamaan distribusi dengan golongan atau kategori kata. Berdasarkan kesetaraan distribusi unsur-unsurnya, frase dibagi menjadi 2 :
Ø  Frasa endosentrik :  
a.       Frasa Endosentrik Koordinatif
Adalah frasa yang unsur-unsurnya setara dalam kalimat dapat dihubungkan dengan kata dan, atau. Contoh :
·         Kakek nenek
·         Suami istri
b.      Frasa Endosentrik Atributif
Adalah frasa yang unsur-unsurnya tidak setara sehingga tak dapat disisipkan kata penghubung dan, atau. Contoh :
·         Buku baru
·         Belum mengajar
c.       Frasa Endosentrik Apositif
Adalah frasa yang unsurnya bisa saling menggantikan dalam kalimat tapi tak dapat dihubungkan dengan kata dan, atau. Contoh :
·         Amin anak Pak Darto sedang belajar
Ø  Frasa eksosentrika
Adalah frasa yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan semua unsurnya. Contoh :
·         Di pasar
·         Ke sekolah
·         Dari kampung
Sedangkan berdasarkan segi persamaan distribusi dengan golongan atau kategori kata, frasa dibedakan menjadi :
a.       Frasa Verbal
Frasa verbal adalah frasa yang mempunyai inti kata kerja dalam unsur pembentukannya dan juga bisa berfungsi untuk pengganti kedudukan kata kerja didalam kalimat. Contoh :
Ø  Sedang mencuci
Ø  Baru pergi
Ø  Akan terbit
Ø  Tidak berenang
b.      Frasa Nomina
Frasa nomina adalah frasa yang mempunyai inti kata benda dalam unsur pembentukannya dan juga bisa berrfungsi untuk pengganti dari kata benda. Contoh :
Ø  Lemari kayu
Ø  Rumah beton
Ø  Buku tulis
Ø  Sepatu kain
c.       Frasa Adjektiva
Frasa adjektiva adalah frasa yang mempunyai inti kata yang berupa kata sifat di dalam unsur pembentukannya. Contoh :
Ø  Sangat hebat
Ø  Cukup baik
Ø  Lumayan cepat
Ø  Sangat dekat
d.      Frasa Pronomina
Frasa pronominal adalah satuan bahasa yang terbentuk dari dua kata atau lebih dengan pronominal (kata yang mengganti orang) dn hanya menduduki satu fungsi dalam kalimat. Contoh :
Ø  Saya sendiri
Ø  Kami sekalian
e.       Frasa Numeralia
Frasa numeralia adalah dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu fungsi dalam kalimat namun satuan gramatik itu intinya pada numeralia. Contoh :
Ø  Tiga buah rumah
Ø  Lima ekor ayam
2.      Klausa
Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat serta berpotensi menjadi kalimat.

TUGAS !


a.       Frasa verbal                 : selalu hadir
b.      Frasa nomina               : bibir panggung, rambut keriting
c.       Frasa adjektiva            : fans sejati, riuh penonton, semakin heboh
d.      Frasa pronominal         : semua penonton
e.       Frasa numeralia           : selama dua jam, lima penonton