Studi dalam neurolinguistik menunjukkan bahwa
manusia ditakdirkan memiliki otak yang berbeda dengan primata lainnya, baik
dalam struktur maupun fungsi. Pada manusia ada bagian-bagian otak yang
dikhususkan untuk kebahasaan, sedangkan pada binatang bagian-bagian ini tidak
ada. Pada makhluk lain seperti simpanse dan gorila juga tidak terdapat daerah-daerah
yang dipakai untuk memproses bahasa (Darjdowidjojo, 2010:208). Dari segi
biologi, manusia juga ditakdirkan memiliki struktur biologi yang berbeda dengan
binatang. Mulut manusia misalnya, memiliki struktur yang memungkinkan manusia
untuk mengeluarkan bunyi yang berbeda-beda. Ukuran ruang mulut dalam
bandingannya dengan lidah, kelenturan lidah, dan tipisnya bibir membuat manusia
mampu untuk menggerak-gerakkannya secara mudah untuk menghasilkan bunyi-bunyi
yang distingtif (Dardjowidjojo 2014:4).
Cara komunikasi antar hewan itu tidak sama seperti
manusia. Hewan tidak memiliki kemampuan menggunakan bahasa sebagai media berkomunikasi
sebagaimana manusia. Namun, hewan punya cara tersendiri untuk berkomunikasi.
Yaitu misalnya dengan komunikasi verbal atau suara dan komunikasi non verbal
seperti bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan lain-lain.
Yang
pertama yaitu komunikasi verbal, misalnya pesan suara. Suara adalah salah satu
jenis dari komunikasi verbal pada hewan yang paling umum. Contohnya : pada
hewan burung. Semua burung berkomunikasi melalui kicauan. Gelombang suara
inilah yang mereka gunakan untuk berkomunikasi. Selain itu, anjing dan kucing
juga menggunakan berbagai suara untuk menyampaikan pesan kepada sesamanya. Yang
kedua, yaitu melalui komunikasi non verbal misalnya ekspresi wajah. Jenis
komunikasi ini kebanyakan ditemukan pada anjing. Ketika marah, anjing akan
menyeringai dan menegakkan telinganya. Sebaliknya saat takut mereka akan
menarik telinganya kebelakang dan menegakkan telinganya.
Daftar Pustaka :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar