Senin, 06 Maret 2017

Cinta Bahasa Indoneisa



Apa yang menyebabkan rusaknya bahasa Indonesia ?

      Perkembangan zaman dan teknologi informasi telah menggiring kaum muda untuk berkomunikasi dengan caranya sendiri, hingga bisa mengancam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah identitas bangsa. Terlebih dasarnya hanya, atas dasar pergaulan. Pergeseran itu tampak dikalangan remaja, utamanya saat mengirim pesan singkat via telepon seluler atau berkomunikasi di dunia maya melalui akun Facebook. Salah satu contoh bahasa komunikasi mereka yang dikatakan bahasa gaul adalah dengan menyingkat huruf dengan angka dalam sebuah kata.
      Masyarakat pengguna media internet memanfaatkan bahasa gaul untuk berkomunikasi secara online. Akhirnya penggunaan bahasa gaul tumbuh dengan subur di dunia maya. Bahasa gaul atau “alay” berkembang karena remaja atau anak muda  ingin diakui statusnya di dalam pergaulan. Karena itulah mereka rela mengubah gaya bicara, mimik, bahasa tulisan, bahkan sampai mengubah gaya berpakaiannya. Tidak jauh dengan hal bahasa alay, ternyata bahasa gaul juga menyorot perhatian anak remaja di Indonesia. Pemakaian bahasa gaul sepertinya memijak posisi bahasa Indonesia sekaligus merusak keperawanannya. Kita tahu, bahasa gaul bukanlah bagian dari bahasa Indonesia. Bahkan lahirnya bahasa gaul, tidak jelas dari mana asalnya. Bahasa gaul begitu menyorot perhatian kalangan anak muda. Tak heran posisinya semakin lama terus menggeser kedudukan  bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. Bahkan virus ini menjadi penyebab rusaknya Bahasa Indonesia.
      Gejala bahasa yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia dianggap sebagai penyimpangan terhadap bahasa. Kurangnya kesadaran untuk mencintai bahasa di negeri sendiri berdampak pada tergilasnya atau lunturnya bahasa Indonesia dalam pemakaiannya dalam masyarakat terutama di kalangan remaja. Apalagi dengan maraknya dunia kalangam artis menggunakan bahasa gaul di media massa dan elektronik, membuat remaja semakin sering menirukannya di kehidupan sehari-hari hal ini sudah menjadi wajar karena remaja suka meniru hal-hal yang baru.  


Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar